Home » » MUSIK TRADISIONAL DAERAH SETEMPAT (SULAWESI SELATAN)

MUSIK TRADISIONAL DAERAH SETEMPAT (SULAWESI SELATAN)



 

MakalahSeniMusik
  

MUSIK TRADISIONAL DAERAH SETEMPAT
“SULAWESI SELATAN”





   DISUSUN   
OLEH:
NAMA : ALIFAH DIN RAKHMAT
KELAS : X AKSELERASI
NIS : 9982457095


SMAN 3 SENGKANG UNGGULAN
KAB. WAJO
TAHUN PELAJARAN 2013 / 2014


KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadiran Tuhan yang Maha Esa yang telah memberikan rahmat dan karunia-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini berupa pelajaran SENI MUSIK yang berjudul MUSIK TRADISIONAL DAERAH SETEMPAT ‘’ SULAWESI SELATAN ‘’
Makalah ini di buat agar pembaca dapat mengetaui tantang alat musik daerahnya masing - masing. Adapun isi dari makalah ini mencakup tentang musik  tradisional daerah Sulawesi Selatan,
Pokok – pokok materi yang dituangkan dalam makalah ini merupakann bahan minimal yang harus dikuasai oleh siswa. Guru dapat mengembangkan materi pada makalah ini sesuai dengan kebutuhan siswa serta kondisi sekolah.

Penulis menyadari banyak kekurangan dalam penulisan Makalah ini, itu dikarenakan kemampuan penulis yang terbatas. Namun berkat bantuan dan dorongan dari teman-teman dan bantuan dari berbagai pihak, akhirnya pembuatan Makalah ini dapat terselesaikan .
Penulis berharap dengan penulisan Makalah ini dapat bermanfaat khususnya bagi penulis sendiri dan bagi para pembaca umumnya serta semoga dapat menjadi bahan pertimbangan untuk mengembangkan dan meningkatkan prestasi di masa yang akan datang                 


                                                                                                Sengkang, 7  SEPTEMBER 2013



                                                                                                                       Penulis





BAB I

PENDAHULUAN


Latar belakang musik trdisional daerah setempat (Sulawesi selatan)

Di daerah SULSEL alat musik yang dimiliki setiap suku bangsa adalah kecapi (kecaping). Kecapi adalah alat musik petik (kordotom) yang banyak mengalami perubahan.Asal mula kecapi yaitu dari kata “kanjillo” yakni alat musik daerah yang terbuat dari kayu pilihan dibentuk menyerupai perahu  pinisi. Bagian permukaan dibentangkan senar atau dawai yang terbuat dari kulit sedangkan kepalanya terbuat dari tempurung kelapa yang dibentuk sedemikian rupa agar bunyinya nyaring. Pada bagian landasannya dibuatkan pijatan tata jari, mula-mula dibuat empat sampai lima kemudian berkembang menjadi enam dan senarnya terbuat dari kawat baja, kecapi yang dikenal ini. Nada yang dihasilkan pentatonis dan diatonis. Kecapi diciptakan oleh pelaut Bugis-Makassar jauh sebelum masuknya Islam di SULSEL sekitar abad ke-IX. Bukti tertulis tentang alat musik berdawai dapat ditemukan dalam bentuk relief pada candi prambanan dari aliran Hindu, yang keberadaannya terungkakp melalui temuan prasasti “SIWARGHA” yang berangka tahun 856 M, kemudian dikeluarkan “rakai pikatan (Moejipto dan Bambang Prasetyo 1993 : 26). Khusus di daerah SULSEL kecapi tetap bertahan bahkan terus berkembang baik alat musik maupun penyajiannya. Pada saat ini ada dua jenis kecapi di SULSEL yaitu, kecapi khas Bugis-Makassar dan kecapi kitoka. Kecapi kitoka diciptakan oleh Karsin Kati pada tahun 1987.
   

PERANAN MUSIK DAERAH

      Musik daerahmempunyai peranan dalam kehidupan masyarakat, yakni :
A. sebagai lambing atau identitas dan cirri khas daerah .
B.  sebagai ekspresi, dan komunikasi sosial budaya
      bagai masyarakatnya.
C. sebagai kebanggaan terhadap potensi daerah yg perlu dilestarikan dan dikembangkan   sebagai bagian dari budaya nasional Indonesia.





TUJUAN DAN MANFAAT

                        Tujuan makalah ini adalah memberikan motifikasi kepada seluruh siswa agar   dapat melestarikan dan menjaga musik tradisional daerahnya yang telah mereka ketahui.

                                    Manfaat makalah ini adalah siswa dapat mengetahui banyak hal tentang musik tradisional daerahnya masing – masing, terutama pada alat musik tradisional Sulawesi Selatan.


































 BAB II



 ISI

.              PENGERTIAN MUSIK TRADISIONAL

                        Musik daerah atau musik tradisional adalah musik yang lahir dan berkembang di daerah- daerah di seluruh Indonesia. Ciri khas pada jenis musik ini teletak pada isi lagu dan instrumen (alat musiknya). Musik tradisi memiliki karakteristik khas, yakni syair dan melodinya menggunakan bahasa dan gaya daerah setempat. Indonesia adalah sebuah negara yang terdiri dari ribuan pulau yang terbentang dari Papua hingga Aceh. Dari sekian banyaknya pulau beserta dengan masyarakatnya tersebut lahir, tumbuh dan berkembang. Seni tradisi yang merupakan identitas, jati diri, media ekspresi dari masyarakat pendukungnya.

            Hampir diseluruh wilayah Indonesia mempunyai seni musik tradisional yang khas. Keunikan tersebut bisa dilihat dari teknik permainannya, penyajiannya maupun bentuk/organologi instrumen musiknya. Hampir seluruh seni tradisional Indonesia mempunyai semangat kolektivitas yang tinggi sehingga dapat dikenali karakter khas orang/masyarakat Indonesia, yaitu ramah dan sopan. Namun berhubung dengan perjalanan waktu dan semakin ditinggalkanya spirit dari seni tradisi tersebut, karekter kita semakin berubah dari sifat yang menjunjung tinggi nilai-nilai kebersamaan menjadi individual/egoistis. begitu banyaknya seni tradisi yang dimiliki bangsa Indonesia, maka untuk lebih mudah mengenalinya dapat di golongkan menjadi beberapa kelompok yaitu alat musik/instrumen perkusi, petik dan gesek.


























JENIS-JENIS MUSIK TRADISIONAL DAERAH SULAWESI SELATAN

·         Jenis Musik : Passuling

Ciri-ciri                   :
    Biasanya dilantunkan pada acara pedukaan.
    Biasanya diiringi dengan alat musik suling dari toraja (suling lembang) dan biasanya dimainkan oleh pria.

Instrumen yang digunakan    :
ü      Suling Lembang                                                          

Fungsi                 :
    Biasanya digunakan untuk mengiringi lantunan lagu duka (pa’marakka) dalam menyambut keluarga atau kerabat yang menyatakan dukacitanya.
    Atau dapat juga dimainkan di luar acara kedukaan, bahkan boleh dimainkan untuk menghibur diri dalam keluarga pedesaan sambil menunggu padi menguning.



·         Jenis Musik            : Paggambusu (musik gambus)
                                                                                            
Ciri-ciri                   :
    Musik ini biasa dijumpai pada acara pernikahan.
    Musik  gambus identik dengan musik islami karena nuansa musiknya terasa lembut dan bernada dasar realigi.
    Musik  gambus sudah jarang ditemukan,khususnya didaerah kabupaten Pangkep karena umumnya masyarakat modern kini lebih dominan menyukai musik-musik modern,seperti:elekton,orkes,band pop dll.
    Kesenian musik ini lebih mengutamakan alat musik gambusnya daripada instrument pendukung yang lain.sehingga,apabila didengar dari jarak jauh hanya gambusnya yang terdengar.

Instrumen yang digunakan    :
ü      Gambus.
ü      Rebana.
ü      Kerinci
ü      Suling bamboo.

Fungsi                 :
    Sebagai sarana hiburan untuk masyarakat agar kelestarianya tetap terjaga.
    Dahulunya musik ini berfungsikan untuk menghibur para keluarga Karaeng yang dimainkan oleh para budak.namun,sekarang semua orang bisa menikmati musik ini.












·         Jenis Musik            : Musik Sinrilik

Ciri-ciri                   :
    Berupa sastra Makassar yang berbentuk prosa yang cara penyampaiannya dilagukan secara berirama baik dengan menggunakan alat musik maupun tanpa menggunakan alat musik.
    Biasanya diiringi dengan alat musik tradisonal Makassar seperti alat musik Kesok-kesok (alat musik sejenis rebab).
    Musik Sinrilik biasanya berisi pesan atau nasehat, kisah perjuangan.
    Musik Sinrilik ini juga dapat dijadikan sebagai musik penghibur bagi komunitas yang telah ditinggalkan oleh kerabat atau keluarganya.

Instrumen yang digunakan    :
ü      Gendang
ü      Kesok – Kesok (Rebab)

Fungsi                 :
    Biasanya digunakan pada acara kematian atau kedukaan.
    Dapat pula dijadikan sebagai hiburan bagi orang yang ditinggalkan.




·         Jenis Musik            : Pakkacaping (I)

Ciri-ciri                   :
    Menggunakan alat musik kecapi sebagai alat musik yang utama.
   Kesenian musik ini biasa dijumpai pada upacara adat kekaraengan,acara-acara resmi dan acara pernikahan.
    Musik kecapi ini biasanya diikuti oleh satu atau dua orang penyanyi yang berbalas pantun melalui nyanyian dengan cara mengikuti syair musiknya .
    Meskipun musik ini mempunyai penyanyi namun kesenian musik ini lebih mengutamakan syair alat musik kecapinya.
    Dalam hal ini,penyanyi hanya berperan sebagai pelengkap irama agar musik ini terasa merdu didengar dan lebih hidup.

Instrumen yang digunakan    :
ü      Kecapi
Instrumen pelengkapnya     :
ü      Kerinci
ü      Gendang
ü      Rebab dan
ü      Suling bambu

Fungsi                 :
    Untuk melestarikan kebudayaan masyarakat sulawesi selatan.
    Sebagai sarana hiburan masyarakat agar kelestarianya tetap terjaga.








·         Jenis Musik            : Pakkacaping (II)


Ciri-ciri                   :
    Kesenian musik ini biasa dijumpai pada acara pernikahan khusus untuk keturunan berdarah biru atau keturunan Karaeng,Andi atau Daeng.
    Musik ini biasa dijumpai pada upacara adat kekaraengan dan acara-acara resmi lainya seperti penyambutan tamu terhormat.
    Musik ini juga tidak sembarangan orang bisa mempergelarkannya hanya orang-orang yang berketurunan darah biru yang bisa mempergelarkannya.
    Musik ini juga bisa dipergelarkan apabila sangat perlu ,tapi jika acara tersebut tidak harus membutuhkan musik penpangganrang, maka musik ini tidak boleh sama sekali dipertunjukkan.

Instrumen yang digunakan    :
ü      Gendang
ü      Gong
ü      Suling bambu
ü      Gambang
ü      Pui-pui (semacam terompet)
Fungsi                                     :
     Musik ini biasa dijumpai pada acara pernikahan.
  Musik  gambus identik dengan musik islami karena nuansa musiknya terasa    lembut dan bernada dasar realigi.
  Musik  gambus sudah jarang ditemukan,khususnya didaerah kabupaten Pangkep karena umumnya masyarakat modern kini lebih dominan menyukai musik-musik modern,seperti:Electone,Orkes,Band Pop dll.
  Kesenian musik ini lebih mengutamakan alat musik gambusnya daripada instrument pendukung yang lain.sehingga,apabila didengar dari jarak jauh hanya gambusnya yang terdengar.




·         Jenis Musik            : Pa’pelle/Pa’barrung

Ciri-ciri                   :
      Alat musik yang digunakan terbuat dari batang  padi dan disambungkan sehigga mirip terompet.
      Biasanya digunakan dalam upacara pentahbian rumah adat (Tongkaonan).

Instrumen yang digunakan    :
ü      Alat musik yang terbuat dari batang padi.

Fungsi                 :
    Pa'barrung biasa dimainkan pada upacara pentahbisan rumah adat (Tongkonan) seperti Ma'bua', Merok, Mangara dan sejenisnya.









·         Jenis Musik            :  Gendrang Pamanca

Ciri-ciri                   :
       Didominasi dengan alat musik pukul, umumnya ditabuh menggunakan stik (pa’babbala).

Instrumen yang digunakan    :
ü         Gendang
ü         Gong
ü         Anaq Beccing
ü         Pui-pui
Fungsi                 :
 Sebagai perangkat pelengkap upacara adat.



·         Jenis Musik            : Gandrang Bulo

Ciri-ciri                   :
      Biasa dimainkan berkelompok dan dijadikan tarian khas.

Instrumen yang digunakan    :
ü        Alat musik yang terbuat dari bambu
ü        Gendang
ü        Kecapi

Fungsi                 :
    Sebagai sarana hiburan


   
·         Jenis Musik          : Rampak Gendang

Ciri-ciri                   :
        Dimainkan dengan dominasi gendang.

Instrumen yang digunakan    :
ü          Gendang
ü          Pui-pui
ü          Kecapi

Fungsi :
      Sebagai sarana hiburan.











Fungsi musik daerah 

1. Fungsi Individual
Musik merupakan atau mengekspresikan gejolak hati, jiwa,perasaan, atau kegalauan yang terpendam dalam hatinya. Melalui syair lagu misalnya seniman musik dapat mengkritik/memprotes kondisi lingkungan, rasa cinta sesama manusia, alam dan Sang Pencipta.

2. Fungsi Sosial
Musik memiliki peran besar dalam kehidupan manusia, dalam sebuah upacara adat, upacara kenegaraan, upacara keagamaan, penyambutan tamu, pesta pernikahan, dan lain-lain.
a) Media Rekreasi atau Hiburan
b) Media Komunikasi
c) Media Pendidikan
d) Media Pemujaan ( Keagamaan)


JENIS-JENIS ALAT MUSIK TRADISIONAL DAERAH SULAWESI SELATAN
       1. Kecapi                               

Salah satu alat music petik tradisional Sulawesi Selatan khususnya sukuBugis, Bugis Makassar danBugis Mandar. Menurut sejarahnya kecapi di temukan atau
diciptakan oleh seorang pelaut, sehingga bentuknya
menyerupai perahu yang  memiliki dua dawai,
diambil karena penemuannyadari tali layar perahu. Kecapi atau
kecaping adalah alatmusic petik( kordoton )yang banyak
mengalami perubahan . Asalmula kecapi yaitu dari tanjilo
yakni alat music daerah yang terbuat dari kayu pilihan
di bentuk menyerupai perahu pinisi.Bagianpermukaan di letakkan
 senar/dawai `yang terbuat dari kulit sedangkan bagian kepalanya
 di beritempurung kelapa yang sudah di bentuk dari kulit
 sedemikian rupa agar bunyinya lebih nyaring lagi .
Padabagian landasannya di buatkan pijatan tata jari, mula-mula
di buat 4 (empat ) dan berkembang menjadi 6 ( enam )
dan senarnya terbuat dari kawat baja . seperti kecapi sekarang .
nada yang di hasilkan pentatonis dan diatonis.  Biasanya ditampilkan pada acara penjemputan para tamu, perkawinan, hajatan, bahkan hiburan pada hari ulang tahun.


2. Sinrili
Alat musik yang mernyerupai biaola
 tapi   biola di mainkandengan membaringkan
di pundak sedangkan singrili di mainkan
dalam keedaan pemain duduk dan alat
diletakkan tegak di depan pemainnya.

3. Gendang
Gendang atau genrang adalah music perkusi
yang mempunyai dua bentuk dasar yakni
bulat panjang dan bundar seperti rebana
yang biasanya terbuat dari kulit hewan dan tubuh
gendang terbuat dari batang pohon tertentu .
Dan gendang terbagi genrang tellu,
genrang pamanca, genrang ba’wali.

4. Suling
   Suling bambu/buluh, terdiri dari tiga jenis, yaitu:
• Suling panjang (suling lampe), memiliki 5 lubang nada.
  Suling jenis ini telah punah.
• Suling calabai (Suling ponco),sering dipadukan
   dengan piola (biola) kecapi dan
   dimainkan bersama penyanyi
• Suling dupa samping (music bambu),
   music bambu masih terplihara di daerah
   Kecamatan Lembang. Biasanya digunakan
pada acara karnaval (baris-berbaris)
 atau carapenjemputantamu.
5. Anak Becing
Anak Becing adalah alat
 musik yang terbuat
 dari batang logam, bentuknya
 seperti pendayung .


6. Lea-Lea
Lea-Lea adalah alat musik khas Kab.Wajo
yang biasanya terbuat dari bambu yang
 dibelah dan saling dibenturkan satusama
 lain sehinnga menghasilkan bunyi .

7. Keso-keso
Adalah sejenis rebab (alatmusikgesek)  
dari daerahToraja.


8. Pui-pui
Adalah sejenis alat tiup berbentuk
 terompet yang dipasangrangkap

9. Gong
Adalah alat musik pukul berbentuk seperi
bonang tapi berukuran lebih besar.
 Gong terbuat  dari tembaga dan pemukulnya
terbuat dari kain yang dibuat bulat hingga keras.

10. Genggong
 Adalah gamelan yang instrumen utamanya genggong yang terbuat dari pelepah enau.Genggong termasuk alat musik tiup.

11.  Alosu
Adalah alat music yang berupa kotak anyaman dari daun kelapa yang di dalamnya di isi biji-bijian.


12.  Kenong
Nama alat musik yang satu ini mungkin agak kurang populer di telinga kita. Namun sebenarnya Kenong ini adalah hampir sama dengan Gong. Hanya saja dalam musik gamelan, gong yang paling besar dan paling gemuk biasanya disebut Kenong.



    TOKOH-TOKOH MUSIK TRADISIONAL
1.      Daeng Serang
Daeng Serang, sang maestro dari Sulawesi Selatan. Foto: Dok. Kompas
Serang Dakko, panggilan akrabnya Daeng Serang. Ia seorang Maestro Gendang. Gelar yang didapat dari Departemen Kebudayaan dan Pariwisata pada tahun 2007. Ia adalah salah satu penggiat seni tradisi yang aktif melestarikan kesenian musik tradisional Makassar khususnya alat musik tabuh.
Daeng Serang mulai bermain gendang sejak usia belia, yaitu 9 tahun. Kemahiran Daeng Serang bermain gendang didapatnya dari mengamati sang ayah. Ayah Daeng Serang juga seorang pembuat dan pemain gendang. Dari ayahnya lah Daeng belajar seluk beluk gendang.
Saat masih kecil, Daeng sudah mengajak anak-anak sebayanya untuk membentuk kelompok gendang dan berlatih bersama. Kini usianya sudah 70 tahun. Bayangkan! Sudah berapa lama Daeng Serang bermain gendang? Tetapi kecintaannya dengan gendang sejak kecil menyemangati Daeng untuk berusaha mempertahankan dan melestarian seni tradisional ini.
Cara Daeng Serang melakukannya adalah dengan terus mengajarkan cara bermainnya dan cara membuat gendang pada siapa saja. Tanpa dipungut bayaran. Selain mengajar di rumahnya yang bernama Sanggar Alam, Daeng Serang juga mengajar di berbagai perguruan tinggi sebagai dosen tamu.
Apa ciri khas Daeng Serang dalam bermain gendang dibandingkan pemain gendang lainnya? Rupanya Daeng Serang sering berhenti tiba-tiba di tengah-tengah permainan gendangnya. Penonton pun kaget. Mereka mengira lagunya sudah habis, padahal ternyata masih dilanjutkan lagi.
Rupanya Daeng Serang suka memberi kejutan. Kebiasannya berhenti mendadak seperti itu lah yang menjadi ciri khas permainan gendang Daeng Serang. Satu hal lagi, kalau berhenti, Daeng Serang biasanya melakukan gerakan-gerakan jenaka. Misalnya suatu kali ia berhenti lalu bergaya sedang berpikir.
2.      Merhadang situ
3.      Muh.idris situ
4.      Mustamin situ
5.      Abdul halim kadir
6.      Alimmuddin
7.      Daeng masitti
8.      Daeng bura
9.      Hasan pulu
10.  Palinggi
11.  Bopeng rilangi ,dsb. 
    



 BAB III
PENUTUP

                  Puji syukur saya panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas karunianya saya  dapat menyelesaikan makalah ini meskipun banyak menghadapi masalah dan mempunyai kekurangan.
                  Tapi kagigian dan kemauan saya untuk menperoleh hasil yang bagus maka saya menciptakan sebuah makalah yang berjudul “musik tradisional daerah setempat”yang bertujuan untuk memberikan kita motifasi atau alat bantu untuk mempelajarinya.
                  Dan akhirnya makalah ini telah selesai saya buat dan disusun secarah rapi supaya menjadi makalah yang berkualitas.
                  Demikian persembahan makalah saya semoga dapat bermanfaat  banyak, mohon di berikan masukan atau keritikan karena makalah saya masih belum sempurna.Terimah kasih atas telah membaca makalah ini.



      KESIMPULAN
    Musik daerah tradisional  sangatlah mempunyai banyak pengertian. Dengan memahami dan mempelajari music tradisional daerah Sulawesi selatan  Kita  dapat menjaga  dan juga melestarikan music daerah tradisional kita .
                       




















0 komentar:

Posting Komentar

Trending

Recent

 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Alifah Din Rakhmat - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger